Sebagai orang jawa, sewajarnya saya berpedoman dengan perilaku RINASATEBU, Rila-Narima-Sabar-Temen-Budiluhur dalam menjalankan aktivitas saya sehari-hari.
Mengambil hikmah dari perjalanan hidup, ternyata hampir semua orang dihadapkan pada dua hal yang berbeda tetapi harus dijalani secara bersamaan. Ibarat Rel KA, yang terdiri dari dua buah rel yang bisa dan harus seiring, kompak, jaga jarak yang sama, keinggian sama, besar yang sama, tetapi selamanya tidak pernah bisa bertemu atau menjadi satu. Hal ini yang membuat Kereta Api, yang teridiri dari loko dan gerbong, bisa secara mantap dan kecepatan tertentu melaju dengan aman, sehingga penumpang dan/atau barang yang berada didalam gerbong bisa sampai tujuan dengan selamat dan tepat waktu.
Perjalanan hidup manusia, seperti halnya perjalanan KA, kadang harus dengan sabar menunggu, kemudian dengan perlahan memulai bergerak melakukan perjalanan, menambah kecepatan dan kadang dengan cekatan melakukan pengereman, memperhatikan dan mentaati rambu-rambu yang ada, semua itu bisa terjadi karena ada unsur-unsur rinasatebu yang baik itu disadari atau tidak, telah menyatu dalam menggerakkan dan mengendalikan perjalanan hidup.